Archive for 2016
LEGENDA BATU NYADI
Pada zaman dahulu hiduplah
seorang Kakek yang berasal dari sebuah daerah seberang Desa, Kakek itu berkerja
sebagai seorang pedagang Dia berjualan pakaian dan perabotan rumah tangga, Dia
berjualan ke kampung yang bernama Lubuk Damai daerah Ketungau Hilir, kakek tersebut yang berjualan kebutuhan pangan,
kakek tersebut hidup bersama dengan istri dan kedua orang cucunya, Dia
berjualan menggunakan motor air atau Tambang, Dahulunya nama kampung ini adalah
Lubuk hantu pada saat sebelum mengenal masa-masa kemerdekaan, tetapi sekarang
karena berkembangnya zaman, dan tidak ada penjajahan di Indonesia ini, nama
kampung itu dirubah menjadi kampung Lubuk Damai, dikampung tersebut berjalurkan
sungai yang cukup panjang, penduduk-penduduk di daerah tersebut jarang
berpergian dengan menggunakan transportasi darat, mereka kebanyakan menggunakan
perahu dan motor air, karena identik dengan sungai, diDaerah Desa tersebut banyak
terdapat ikan, bisa dikatakan kebanyakan penduduk dari kampung atau desa lain mencari
ikan ke daerah itu, dikampung tersebut juga terdapat sebuah Pohon yang tidak bisa
disentuh sedikit pun atau dipegang apalagi sampai ditebang, pohon ini memiliki
cerita yang mistik dan sedikit keramat, dari pertama kampung atau desa ini
diciptakan pohon tersebut tidak pernah didekati oleh Orang-orang atau penghuni
desa, kecuali hanya dilewati begitu saja. perjalanan menuju ke tempat pohon
tersebut dari desa Lubuk Damai sekitar satu jam lamanya, tetapi tidak semua
orang mengetahui jika pohon tersebut keramat, termasuk dari Daerah lain.Kembali
lagi kecerita kakek yang berjualan kebutuhan pangan, kakek hidup bersama dengan
istri dan kedua orang cucunya, Dia
berjualan menggunakan motor air atau Tambang, kakek ini hidup bersama dengan
istri dan cucunya, tetapi pada saat itu kakek berjualan sendirian, ada sekitar
dua jam lamanya perjalan menuju kampung Lubuk Damai, pada hari itu kakek
berangkat dengan membawa barang yang luar biasa banyaknya dan disaat Dia sedang
dalam perjalanan, Dia merasa lelah dan Dia pun berhenti dengan motor air
tersebut, pada saat Dia menghentikan perjalanannya Dia mengikat tali motor nya di
sebuah pohon yang tidak bisa disentuh atau pun dipegang oleh orang. Lalu tanpa
diduga oleh kakek tersebut,cuaca mulai berubah menjadi gelap dan terun hujan
deras disertai dengan petir yang sangat kuat kakek tersebut langsung menjadi
batu seketika tepat dibawah pohon tersebut dan sampai sekarang batu itu masih
ada dikampung Lubuk Damai dan masyarakat tidak pernah memegang pohon
tersebut,karena mereka tahu pohon tersebut tidak bisa dipegang sembarangan, dan
diseberang pohon tersebut ada sebuah kampung dikampung tersebut hidup beberapa
keluarga disebuah Rumah Panjang dan diantaranya hiduplah seorang nenek,kakek dan
kedua cucunya,dan mereka hidup hanya bergantung pada ladang dan bermata
pencaharian mencari ikan disungai.dikampung Lubuk Damai terkenal banyak ikan
jadi pergilah mereka kesungai untuk mencari ikan,setelah mereka mencari ikan
nenek dan kedua cucunya membersihkan kan ikan itu dan neneknya bercanda kepada
cucunya dan melemparkan ikan itu kekemaluan cucunya dan mereka menertawakan nya
dan kakek yang lagi mencari ikan diseberang pun ikut tertawa melihat ulah
mereka tersebut,lalu datang lah hujan disertai petir yang sangat kuat,beberapa
menit kemudian mereka merasa tidak enak dan mereka semua menjadi batu dan
sampai rumah mereka pun menjadi batu. Dan sampai sekarang pun batu tersebut
masih ada legendanya sampai sekarang. Setiap orang yang melewati lubuk tempat
nenek,kakek dan kedua cucunya menjadi batu orang yang pertama kali melewati
lubuk tersebut harus mencuci muka dengan air yang tepat ditengah-tengah lubuk
tersebut,kalau tidak mencuci muka orang tersebut akan langsung sakit demam.
Batu tersebut akan tampak terlihat jika kemarau panjang dan orang-orang sering
kali mencari ikan didekat batu itu,karena terkenal banyak ikan nya. Tetapi batu
tersebut jika terkena air tuba akan hujan dan jika disiram dengan air biasa
akan mengakibatkan hujan juga,biasa dilakukan pada saat kemarau panjang didekat
batu tersebut ada sungai yang bernama Sungai Sentirung, kenapa disebut dengan
Sungai Sentirung? Pada suatu hari warga Lubuk Damai mencari ikan kesungai
dengan cara dituba dan mereka pun masing-masing mencari ikan yang sudah tertuba
tersebut,ada seorang pria mencari ikan dengan cara menyelam dan temannya
tersebut tidak tahu kalau itu temannya yang lagi menyelam dia mengira bahwa
yang didalam air itu adalah ikan dan temannya tersebut langsung menombak
temannya sendiri. Setelah dia menombak temannya barulah dia sadar kalau yang
dia tombak itu teman nya sendiri dan temanya meninggal diteampat sungai
tersebut. Ditebing sungai tersebut terdapat Pohon Kawi yang sangat besar dan
temannya tersebut diletakkan begitu saja dipohon tersebut dan pohon itu sangat
terkenal keramat diDesa Lubuk Damai. Dan sampai sekarang Pohon Kawi tersebut
sudah rapuh dan sampai sekarang masih berdiri tegak meskipun sudah rapuh.